mischamacphersontrio โ Kita sering mendengar kisah band kecil yang tiba-tiba terkenal, pengusaha yang sukses setelah keluar kuliah, atau orang yang 'menang besar'. Kisah-kisah ini memikat, tetapi memberikan gambaran peluang yang sangat menyimpang. Penyebabnya adalah bias penyintas.
1Apa itu bias penyintas
Bias penyintas terjadi ketika kita hanya melihat mereka yang berhasil 'bertahan', sementara yang gagal tidak terlihat. Akibatnya, kita mengira keberhasilan lebih umum dan lebih mudah dicapai dari kenyataannya.
Contoh klasik berasal dari analisis pesawat yang kembali dari pertempuran: kerusakan yang terlihat justru menunjukkan bagian yang tidak fatal, karena pesawat yang terkena di bagian vital tidak pernah kembali.
2Dalam dunia musik dan usaha
Untuk setiap grup musik yang sukses, ada banyak grup berbakat yang tidak pernah dikenal luas. Mempelajari hanya yang sukses bisa membuat kita mengira faktor tertentu adalah kunci, padahal banyak grup yang gagal juga melakukan hal yang sama.
Hal serupa terjadi dalam kisah usaha. Strategi berisiko yang berhasil diceritakan, sementara yang gagal dengan strategi sama jarang dibahas.
3Kisah 'pemenang'
Promosi permainan untung-untungan sering menampilkan kisah pemenang. Yang tidak ditampilkan adalah jumlah orang yang kalah, yang jauh lebih banyak. Inilah bias penyintas dalam bentuk paling merugikan.
Satu kisah kemenangan tidak mengubah peluang matematis bagi orang lain.
4Cara menghindarinya
Saat mendengar kisah sukses, tanyakan: berapa banyak orang yang mencoba hal yang sama dan tidak berhasil? Data tentang yang gagal sama pentingnya dengan data tentang yang berhasil.
Dalam bermusik maupun berusaha, ketekunan dan keterampilan tetap penting. Bias penyintas hanya mengingatkan kita untuk menilai peluang secara realistis.