artitudesgallery โ Sebagian orang memandang lukisan abstrak dan berkata, 'anak kecil pun bisa membuatnya'. Namun banyak seniman abstrak justru bekerja dengan peluang secara sadar dan terkendali. Hubungan antara seni dan keacakan adalah kisah menarik dalam sejarah seni modern.
1Kolase menurut peluang
Pada awal abad ke-20, sejumlah seniman gerakan Dada bereksperimen dengan menjatuhkan potongan kertas dan menempelkannya di tempat jatuhnya. Tujuannya adalah melepaskan karya dari kebiasaan dan selera pribadi seniman.
Eksperimen ini menantang anggapan bahwa seni harus sepenuhnya dikendalikan.
2Teknik tetes dan gerak tubuh
Pelukis ekspresionisme abstrak seperti Jackson Pollock meneteskan dan mencipratkan cat ke kanvas yang dibentangkan di lantai. Hasilnya tampak acak, tetapi gerakan, pilihan warna, dan keputusan kapan berhenti tetap dikendalikan oleh seniman.
Sejumlah peneliti bahkan menganalisis pola karya semacam ini dengan pendekatan matematika.
3Keacakan terkendali
Dalam seni, keacakan biasanya bekerja di dalam batasan: palet warna, ukuran kanvas, atau aturan yang ditetapkan seniman. Batasan inilah yang membuat hasil acak tetap memiliki karakter dan kesatuan.
Prinsip serupa ditemukan dalam musik aleatorik dan desain generatif.
4Belajar dari seni
Seni mengajarkan bahwa keacakan bisa menjadi sumber kreativitas dan kejutan yang indah. Namun berbeda dengan taruhan, dalam seni tidak ada yang dipertaruhkan selain eksperimen itu sendiri.
Cobalah membuat karya dengan aturan sederhana, misalnya melempar dadu untuk memilih warna, lalu amati bagaimana pilihan Anda tetap membentuk hasil akhirnya.